SUNNII-SALAFIYAH

Meluruskan Pemahaman terhadap Al-Quran dan As-Sunnah sesuai Pemahaman Ulama Salaf dan Ulama Muktabar

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

HILLARY CLINTON AKUI KELOMPOK MILITAN ISIS BUATAN AS

TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, dalam situsnya kembali menyinggung teori konspirasi dimana, dia menuding grup militan ISIS buatan Amerika Serikat (AS). Bahkan juga dalam situsnya, Khamenei menyebutkan bahwa Hillary Clinton turut mengakui teori itu dalam memoarnya.

[Hillary Clinton]

Hillary Clinton saat ini menjadi kandidat calon presiden AS terkuat. Bekas Ibu Negara AS di masa Presiden Bill Clinton itu pernah menjadi Menteri Luar Negeri AS di masa Presiden Barack Obama saat sebelum pada akhirnya digantikan oleh Menteri Luar Negeri AS sekarang ini, John Kerry.
”Beberapa orang Warga AS sudah mengakui dalam memoarnya sendiri (termasuk juga memoar Hillary Clinton) bahwa mereka sudah memerankan dalam membuat, meningkatkan serta membangun Daesh dan hari ini juga, mereka mendukungnya, ” tutur Khamenei dalam website resminya. Daesh yaitu istilah Arab untuk menyebutkan grup ekstremis ISIS.


Tudingan Khamenei itu sejatinya di ambil dari pidatonya dalam perayaan Idul Fitri lalu di depan petinggi pemerintah Iran serta sebagian duta besar. Akan tetapi, diterbitkan lagi di website resmi Pemimpin Tertinggi Iran itu, yang diambil CNS News, Selasa (4/8/2015).
”Sekarang, koalisi terhadap Daesh sudah dibuat. Sudah pasti, saya tidak yakin bahwa ada koalisi yang riil melawan Daesh, ” tutur Khamenei.
”Ini adalah Anda yang disebut pembela terorisme!, ” teriak Khamenei yang ditujukan pada AS, negara-negara Barat serta sekutu AS di Timur Tengah. ”Ini adalah Anda yang sudah membuat Daesh. Ini adalah Anda yang melatih para teroris. ” 

Khamenei juga menuduh musuh-musuh Iran-lah yang sudah membuat Al Qaeda. 
”Organisasi-organisasi kriminil, termasuk juga Al Qaeda, Daesh serta sejenisnya, di ciptakan dengan maksud mengadu domba kita terhadap satu sama lain serta membuat negara-negara sama-sama berhadapan, ” tuturnya. ”Ini sudah melampaui batas dan tangan yang beresiko dari musuh. ”

Satu tahun yang lalu, memoar Hillary itu juga beredar di Mesir serta ditempat lain. Bunyinya hampir sama, yaitu Hillary mengaku bahwa AS membuat ISIS. Meski demikian, tidak sedikit yang percaya bahwa memoar Hillary itu palsu.

[news.okezone.com]

PERNYATAAN DONALD TRUMP CERMINAN ISLAMOPHOBIA

[Donald Trump]
Pernyataan Donald Trump yang akan melarang Muslim masuk ke Amerika Serikat merupakan cerminan dari sikap islamophobia atau ketakutan terhadap Muslim, seolah-olah Muslim itu kelompok yang suka kekerasan, padahal tindakan sekelompok kecil ekstrimis Muslim bukan mencerminkan nilai-nilai keislaman, bahkan bertentangan dengan Islam.

Demikian pendapat Ketua PBNU H Marsudi Syuhud menanggapi penyataan Calon Presiden dari Partai Republik Donald Trump. 
“Saya rasa ini salah satu upaya dia untuk membesarkan dirinya,” katanya. 
Namun ia yakin orang Amerika atau Eropa yang masih rasional akan menanggapi pernyataan Trump secara rasional. Kelompok yang mendukung pernyataan tersebut adalah orang yang memang sebelumnya sudah militan. 
“Akan ada konsekuensi jika dia tetap bersikap seperti itu dan saya pikir dia sudah tahu itung-itungannya,” tandasnya.  
Bukan hanya kali ini saja Trump mengangkat soal Muslim, ia beberapa kali mengangkat isu internasional yang sifatnya rasis seperti pernyataannya terhadap para imigran gelap yang diminta meninggalkan AS. Demikian dikutip dari situs resmi PBNU, nu.or.id.

Donald Trump dikenal oleh publik Amerika Serikat sebagai sosok yang penuh kontroversial. Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik itu memang tampaknya menyukai kontroversi dan sorotan publik, karena sejauh ini setidaknya sudah membuat 5 penyataan diskriminatif terhadap umat Muslim. Berikut 5 pernyataan paling kontroversial Trump seperti dikutip dari merdeka.com.


1. Trump sebut Islam sumber kekacauan dunia

Sebelumnya, Trump pernah mengkritik Islam sebagai biang kekacauan di dunia. Pernyataan yang kini lebih positif buat umat Islam itu disampaikan Trump saat diwawancarai reporter CNN, Jake Tapper, kemarin (20/9). Dia mengatakan punya beberapa sahabat beragama Islam dan hubungan mereka baik-baik saja.
"Saya suka kaum muslim. Bagi saya, muslim adalah orang-orang yang hebat," ujarnya.
Trump kembali ditanya oleh Tapper mengenai kata-katanya empat tahun lalu menyudutkan penganut Islam. Kala itu, dia mengatakan orang yang menghancurkan Gedung WTC, serta membuat kekacauan di banyak negara sama-sama orang Islam.
Ketika ditanya kembali maksud pernyataannya soal kekacauan dan Islam, Trump meluruskan intinya masalah radikalisme muslim yang wajib dilawan.
"Kita punya masalah dengan kelompok muslim radikal, itu tidak perlu dipertanyakan lagi," kata bakal calon presiden dari Partai Republik ini.

2. Trump sebut dia akan menutup masjid-masjid

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News bulan lalu Donald Trump mengatakan dia akan menutup masjid-masjid di Amerika Serikat jika terjadi serangan teror.
"Tak seorang pun ingin mengatakan ini, tak seorang pun ingin menutup bangunan ibadah keagamaa, tapi Anda tahu, Anda paham. Banyak orang akan mengerti. Kita tidak punya pilihan," ujar bakal calon presiden Amerika dari Partai Republik itu, seperti dilansir politico.com, akhir November lalu.
Pernyataan kontroversial Trump itu dia sampaikan untuk menanggapi serangan Teror Paris yang menewaskan 129 orang pada 13 November lalu.


3. Trump bilang warga muslim harus pakai ID khusus

 

Dalam wawancara dengan stasiun televisi NBC News akhir bulan lalu Donald Trump menyatakan dia akan menerapkan aturan warga muslim harus memakai identitas khusus di Amerika Serikat.

 

Pernyataan itu mengingatkan orang pada zaman Perang Dunia Kedua ketika warga Yahudi di Eropa diharuskan memakai tanda kain berwarna kuning bergambang bintang daud di lengan kiri.

"Saya akan menerapkan itu. Tentu saja," ujar Trump dalam kampanyenya di Newton, Iowa. "Harusnya ada banyak cara untuk melakukan itu, selain mendata warga," kata dia.


4. Trump mengaku tidak kenal atlet muslim

 

Dalam pidato di Ruang Oval, Gedung Putih, Minggu malam lalu Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama menyerukan rakyat Amerika menghindari sikap diskriminatif terhadap warga muslim. Komentar Obama itu menanggapi inisden penembakan massal di San Bernardino, California, yang menewaskan 14 orang pekan lalu.

"Warga muslim-Amerika adalah teman kita, tetangga kita, rekan kerja, pahlawan olahraga, dan mereka juga tentara kita," kata Obama.

Pernyataan itu rupanya mengundang reaksi dari Donald Trump. Dia mempertanyakan pernyataan Obama soal pahlawan olahraga itu di media sosial Twitter.

"Obama bilang dalam pidatonya warga muslim adalah pahlawan olahraga. Olahraga apa yang dia maksud, dan siapa?" kicau Trump.

 

Rupanya dia lupa, Amerika punya banyak pahlawan olahraga beragama Islam. Bahkan Trump pernah bertemu beberapa dari mereka.

 

Pada 2007 misalnya, Trump bertemu dengan Muhammad Ali, petinju legendaris dunia yang masuk Islam pada 1964. Dia juga pernah bertemu dengan Mike Tyson pada 1989 yang kemudian menyatakan diri masuk Islam.

 

Tiga bulan lalu Trump juga berjumpa dengan Karim Abdul-Jabbar, pemain basket NBA legendaris.


5. Trump mendesak muslim dilarang masuk Amerika Serikat


Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, menyatakan selama periode tidak terbatas, orang beragam Islam harus dilarang memasuki negaranya. Ujaran kebencian anti-Islam itu adalah respon pengusaha properti tajir ini atas penembakan massal di San Bernardino, California, pekan lalu yang menewaskan 14 orang. Serangan bermotif terorisme itu pelakunya pasangan suami-istri imigran muslim.

Trump menegaskan seandainya terpilih dalam pemilu tahun depan, dia serius menghentikan orang Islam untuk dapat masuk ke Negeri Paman Sam. Pelarangan itu, menurutnya, harus dilakukan dari pintu imigrasi darat, laut, maupun udara.
"Larangan (masuk) itu berlaku sampai kita bisa memutuskan dan mengerti permasalahan ideologi Islam dan ancamannya yang berbahaya. Negara ini tidak bisa menjadi korban serangan kaum percaya pada konsep Jihad dan tidak memiliki nalar untuk menghormati sesama manusia," ujar Trump dalam pernyataannya kepada awak media kemarin, seperti dikutip dari laman BBC, Selasa (7/12).
Pernyataan Trump, yang menghebohkan publik Indonesia ketika bertemu Ketua DPR Setya Novanto dan Wakilnya Fadli Zon beberapa bulan lalu, bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Barack Obama agar warga AS - baik yang muslim maupun tidak - jangan sampai termakan kebencian satu sama lain.
"Kita tidak bisa menyerang satu dan lainnya dengan membiarkan pertempuran yang diartikan antara Islam dan Amerika. Ini juga menjadi tanggung jawab Muslim Amerika. ISIS tidak bisa mengatasnamakan Islam karena mereka adalah kelompok pembunuh bengis," kata Obama di Ruang Oval Gedung Putih akhir pekan lalu.
Manajer Kampanye Trump, Corey Lewandowski, menegaskan maksud bosnya soal melarang muslim masuk ke wilayah AS. Yang akan ditolak masuk itu mencakup wisatawan beragama Islam, selain calon imigran.
"Semua orang Islam (dilarang masuk) dan ada pengawasan besar-besaran," kata Corey.

USTADZ SOLMED SEBUT INDONESIA DARURAT WAHABI, PENEBAR FITNAH

Tweet Ustadz Solmed ]

Beberapa hari terakhir ini, Ustadz Sholeh Mahmoed Nasution atau yang dikenal dengan nama Ustadz Solmed begitu vokal menyuarakan pemikirannya tentang Wahabi di Indonesia. Hal ini dapat kita lihat melalui akun Twitternya di alamat @SholehMahmoed. Dalam kultwit terbarunya tertanggal 23 Oktober 2015, Ustadz Solmed menuliskan twit yang berjudul “Indonesia Darurat Wahabi“.

Sebelumnya Ustadz Solmed juga telah menuliskan kicauannya yang berhubungan dengan permasalahan Syiah vs Wahabi di Indonesia. Menurutnya Syiah dan Wahabi itu seperti kotoran unta yang dibelah dua, sebagaimana beliau kutip dari perkataan Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad rahimahullah (wafat: 1.132H) dalam kitab “Tatsbiitul Fu-aad”. Ustadz Solmed juga menjelaskan bahwa saat ini Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) di tanah air ingin diajak oleh Syiah dan Wahabi terlibat konflik perseteruan mereka.

Beliau pun mengingatkan umat Islam akan bahaya Syiah yang gemar melakukan taqiyyah dan Wahabi yang gemar melakukan fitnah yang dapat memecah belah persatuan ummat. Kemudian, beliau pun mengajak umat Islam untuk bersatu, dapat saling menghargai perbedaan dan tidak membesar-besarkan persoalan khilafiyah di tengah ummat, serta jangan biarkan perang saudara terjadi di negeri ini.

Berikut adalah kultwit Indonesia Darurat Wahabi oleh Ustadz Solmed (@SholehMahmoed):
  1. INDONESIA DARURAT WAHABI (siap-siap dituduh Syiah). Tempat wahabi bukan di Indonesia. Indonesia itu tanah Ahlussunnah bukan tanah Ahlu fitnah.
  2. Silahkan melakukan amal dari ajaran dan tafsiran gurumu tapi tak perlu kau hina orang yang beda amalan denganmu.
  3. Kau fitnah yang tahlil dengan BID’AH. Kau fitnah yang ziarah qubur & berdoa kepada Allah di sana dengan SYIRIK. Perayaan maulid kau tuduh KELUAR SUNNAH.
  4. Silahkan gunakan tafsiranmu untuk ibadahmu, jangan kau jadikan tafsirmu untuk menghina, mencaci & memaki saudaramu yang tidak sejalan denganmu.
  5. Jangan menjadi virus perpecahan di tengah Ummat. Jangan kau tarik perang saudara & kepentinganmu di Timur Tengah ke tanah pertiwi kami Indonesia.
  6. Kuatkan persatuan, perhatikan kepada siapa anak kita mengaji, tanya anak kita apa yang diajarkan gurunya kepada dia. Waallahul Musta’aan.
Ustadz Sholeh Mahmoed Nasution, dalam akun Twitternya @SholehMahmoed, 23 Oktober 2015.


http://www.arrahmah.co.id

IMAM MASJIDIL HARAM TERKENAL DARI INDONESIA

Indonesia mempunyai seorang ulama ternama di jazirah Arab. Beliau menjadi imam di Masjidil Haram, mengajar di Haramain, menulis buku yang tersebar di Timur Tengah.

Beliaulah Syekh Nawawi Al Bantani. Namanya sangat terkenal di Saudi hingga dijuluki “Sayyidul Hijaz”, yakni ulama di kawasan Hijaz. Kefakihannya dalam agama pun membuatnya dijuluki Nawawi kedua, maksudnya penerus ulama dunia terkenal, Imam Nawawi. Beliau layak menempati posisi sebagai tokoh utama Kitab Kuning Indonesia karena hasil karyanya menjadi rujukan utama berbagai pesantren di tanah air, bahkan di luar negeri.

Nama dan gelar lengkap beliau, yakni Abu Abdullah Al-Mu’thi Muhammad Nawawi bin Umar Al-Tanari Al-Bantani Al-Jawi. Beliau lahir di Kampung Pesisir Desa Tanara, Kecamatan Tirtayasa, Serang, Banten, 1230 Hijriyah atau 1815 Masehi. Ayahnya, Umar bin Arabi, merupakan seorang ulama di Banten. Bahkan, ada kabar Syekh Nawawi merupakan keturunan Sunan Gunung Jati dari Sultan Banten pertama, Maulana Hasanuddin. Syekh Nawawi juga dikabarakan masih memiliki jalur nasab dari Husein, cucu Rasulullah.

Sejak kecil, ia dibawah didikan sang ayah. Tak heran jika Nawawi kecil telah terbiasa dengan didikan agama. Tak hanya itu, ayahnya juga mengirimnya kepada temannya yang juga seorang ulama Banten, KH Sahal, dan seorang ulama di Purwakarta, KH Yusuf. Baru, pada usia 15 tahun, Syekh Nawawi pergi ke Arab Saudi. Di tanah kelahiran Islam, ia memantapkan ilmu agamanya. Ulama besar Saudi menjadi gurunya.

Setelah tiga tahun menempa ilmu di Tanah Suci, Syekh Nawawi kembali ke Tanah Air. Tapi, saat pulang, beliau tak senang dengan kondisi penjajahan Belanda. Beliau kemudian kembali lagi ke Makkah dan menjadi penuntut ilmu. Sejak keberangkatan itu, beliau tak lagi pulang ke Indonesia hingga akhir hayat.

Di Makkah, Syekh giat menghadiri majelis ilmu di Masjidil Haram. Hingga, kemudian seorang imam masjid utama tersebut, Syekh Ahmad Khatib Sambas meminta Nawawi untuk menggantikan posisinya. Maka, mulailah Syekh Nawawi menjadi pengajar dan membuka majelisnya sendiri di Masjidil Haram. Murid syekh berdatangan dengan jumlah yang banyak. Bahkan, beberapa di antara muridnya merupakan pemuda asal Indonesia. Salah satu muridnya, yakni KH Hasyim Asy’ari pendiri Nadlatul Ulama (NU).


Karya

Syekh Nawawi mengabdikan hidupnya untuk mengajar. Beliau pun terkenal giat menulis dan menghasilkan banyak karya. Sampai-sampai, banyak manuskripnya disebarkan bebas kemudian diterbitkan tanpa royalti. Sedikitnya, 34 tulisannya juga masuk dalam Dictionary of Arabic Printed Books. Karya lainnya mencapai seratus buku dari berbagai cabang ilmu Islam.

Di antara bukunya yang terkenal, yakni Tafsir Marah Labid, Atsimar Al-Yaniah fi Ar-Riyadah al-Badiah, Nurazh Sullam, Al-Futuhat Al-Madaniyah, Tafsir Al-Munir, Tanqih Al-Qoul, Fath Majid, Sullam Munajah, Nihayah Zein, Salalim Al-Fudhala, Bidayah Al-Hidayah, Al-Ibriz Al-Daani, Bugyah Al-Awwam, Futuhus Samad, dan al-Aqdhu Tsamin. Tak sedikit dari karya-karyanya yang diterbitkan di Timur Tengah. Universitas Al Azhar Kairo juga pernah mengundang syekh karena karya-karyanya yang digemari kalangan akademisi.

Buku-bukunya memang tersebar di Mesir. Di universitas Islam tertua itu, syekh menjadi pembicara dalam sebuah diskusi ilmiah.

Meski tak pernah mengajar di ranah nusantara, syekh menyebarkan ilmu melalui karya kepada masyarakat Indonesia. Karya-karyanya bahkan menjadi buku wajb di pesantren-pesantren. Bagi komunitas santri, Syekh Nawawi merupakan mahaguru yang banyak memberikan ilmu mengenai landasan beragama. Apalagi, beliau juga merupakan guru dari sang pendiri NU. Sehingga, tak sedikit yang menyebut Syekh Nawawi sebagai akar tunjang tradisi intelektual ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.


Pemikiran

Syekh Nawawi sering kali menyatakan diri sebagai penganut paham Asy’ariyyah dan Maturidiyyah, sebuah paham yang dilahirkan Abu Hasan Al Asyari dan Abu Manshur Al Maturidi. Keduanya merupakan kelompok yang memfokuskan diri pada pembelajaran sifat-sifat Allah. Dari Syekh Nawawi, paham tersebut pun kemudian tersebar di nusantara.

Adapun dalam mazhab fikih, syekh Nawawi memilih mengikuti Imam Syafi’i. Hal ini terlihat dari karya-karyanya dalam ilmu fikih. Syekh Nawawi juga mempelajari ilmu tasawuf dan mengajarkannya. Beliau bahkan menulis sebuah karya yang menjadi rujukan utama seorang sufi. Imam Al Ghazali juga banyak memengaruhi pemikiran Syekh Nawawi.

Ulama nusantara ternama internasional ini wafat di Syeib A’li, pinggiran Kota Makkah, pada 25 Syawal 1314 Hijriyah atau 1879 Masehi. Beliau kemudian dimakamkan di pemakaman Ma’la. Hingga kini, masyarakat nusantara, terutama masyarakat Banten, selalu memperingati hari wafatnya setiap tahun.

aswajamag.blogspot.co.id

SALAFI WAHABI DI RUANG MAYA

Tidak dinyana sebelumnya, kesadaran kaum salafi terutama di Indonesia untuk menggunakan ruang publik sebagai spatial medium bagi dakwah mereka begitu menakjubkan. Kelompok ini sangat cepat belajar menatap kebutuhan masa depan mereka. Setelah era majalah cetak di kalangan mereka habis, ditandai dengan kejatuhan majalah cetak Sabili, Hidayatullah, dan beberapa jenis yang lainnya, kaum salafi begitu cepat melakukan proses adaptasi ke online media.

Sebagaimana yang saya sebutkan di tulisan sebelumnya –lihat dua post terakhir saya—, gejala seperti ini, selain dilatarbelakangi oleh “kewarasan” mengenai perlunya terus eksis di ruang publik, gejala ini juga menunjukkan adanya penerimaan yang rendah atas kelompok ini di ruang konkrit kalangan Muslim Indonesia. Karenanya, bagi mereka, hijrah untuk menggunakan ruang online media atau internet merupakan ruang baru yang menjanjikan. Sebuah medan baru untuk melaksanakan jihad baru juga. Jihad lama dengan senjata tidak dihapus, namun jihad baru melalui pena dan tulisan perlu digalakkan.

Tulisan ini tidak ingin mencari bagaimana masalah penggunaan teknologi internet atau online untuk keperluan dakwah di kalangan salafi, namun lebih ingin melihat antusiasme mereka dalam mengelola, menyajikan dan mengkampanyekan opini, diskursus, berita yang bernuansa salafi melalui surat kabar atau majalah, webpage, facebook, dan sarana-sarana online mereka lainnya. Basis analisis yang akan saya pakai di sini adalah teori-teori mengenai “ruang” (space) terutama abstract space. Yang saya maksud dengan abstract space di sini adalah ruang yang tidak tidak tersentuh oleh dunia nyata atau biasa disebut dengan istilah virtual. Selain itu, dalam menulis artikel ringan ini, saya terilhami oleh metode riset kualitatif yang biasa disebut dengan netnografi (netnography). Netnografi adalah etnografi di internet. Artinya, metode ini menggunakan teknik-teknik riset etnografis untuk mengkaji kebudayaan dan masyarakat yang muncul melalui komunikasi berbasis internet. Metode riset kualitatif ini pada mulanya digunakan untuk meriset konsumen di online misalnya forum-forum di internet untuk menjajagi apa yang diminati dan dikehendaki oleh konsumen. Metode ini sangatlah berguna untuk melihat kehadiran kaum salafi di ruang online –ruang-ruang forum–dan bagaimana mereka mempersuasi audien.

Makna Ruang Maya Bagi Salafi

Sebagaimana kita tahu tahu bahwa kaum mainstream Indonesian yang berhaluan Sunni masih belum bisa menerima sepenuh hati kehadiran kalangan salafi. Meskipun istilah salafi atau salafiyyah sendiri sudah lama dipakai I Indonesia misalnya oleh kalangan NU untuk menamai pesantren mereka, namun salafi yang saya maksudkan di sini, masih dianggap oleh mainstream Islam di Indonesia sebagai Wahhabi.

Dalam kajian Islam, Wahhabi sebenarnya masih dalam kategori Sunni, namun masyarakat Sunni Islam di Indonesia—merupakan Sunni terbesar di seluruh dunia—belum bisa memasukki Wahhabi ke dalam kelompok mereka. Dalam diskursus publik, mayoritas ulama di Indonesia keberatan dengan Wahhabi. Fenomena lain yang sering dijumpai adalah meskipun mereka secata teologis berafilalsi dengan Wahhabi namun kebanyakan juga tidak berterus terang atau enggan disebut sebagai kaum Wahhabi. Hal ini semua karena stigmatisasi Wahhabi di Indonesia sebagai kelompok sesat dalam Islam sudah sekalian lama terjadi. Sudah barang tentu bagi mereka yang belajar di sekolah-sekolah atau madrasah-madrasah NU, Perti, al-Wasiliyah organisasi-organisasi lainnya, pernah disodori pelajaran Ahlusunnah Waljamaah dengan menggunakan buku pegangan yang dikarang oleh KH. Siradjuddin Abbas. Jelas dalam buku beliau, I’tiqad Ahlussunnah Waljamaah, Wahhabi dikeluarkan dari firqah najiyah (kelompok yang selamat). Tidaknya hanya Wahhabi, seluruh mereka yang menolak Imam Ashʿārī dan Māturidī sebagai pedoman i’tiqad mereka bukan menjadi bagian dari mereka.

Namun yang lebih mendasar lagi, penolakan atas Wahhabi oleh kalangan Islam mainstream juga disebabkan oleh kekhuwatiran mereka akan ajaran Wahhabi yang mengancam pada tradisi keagamaan kaum mainstream. Di sini kaum mainstream bisa dikatakan sebagai kaum ortodoks dimana mereka menggunakan alasan-alasan kesucian doktrin agama untuk melarang ajaran lain yang dipandangnya keluar dari ortodoksi. Talal Asad menyatakan ortodoksi adalah pengaturan kembali pengetahuan yang bertujuan membangun sebuah relasi penguasaan wacana dalam hal pengaturan mana bentuk-bentuk praktis Islam yang benar. (210-11, Genealogy of Religion).

Meskipun di Saudi Arabia, salafi-Wahhabi bisa dikatakan sebagai pemegang ortodoksi, tapi di Indonesia mereka tidak demikian adanya. Dari perspektif kaum mainstream Islam Indonesia, salafi-Wahhabi adalah kaum heterodok karena pemegang kebenaran ajaran Islam di Indonesia adalah kelompok mainstream Islam yang memiliki perbedaan cara pandang keagamaan dengan kaum salafi-Wahhabi. Karenanya, pada titik ini, keberadaan kaum Wahhabi sebenarnya hampir mirip dengan nasib-nasib kelompok sempalan lainnya, katakanlah kelompok Syiah atau Ahmadiyah. MUI sendiri misalnya secara implisit menolak salafi melalui fatwa-fatwa mereka yang menolak jihad ekstrim kaum salafi-Wahhabi sebagaimana juga menolak kaum Syiah. Nahdlatul Ulama secara keras menolak model pemikiran dan praktik keagamaan kaum Wahhabi. Kembali kepada pandangan Talal Asad bahwa kaum Muslim yang memiliki kuasa untuk mengatur, mempertahankan, mempersyaratkan, merendahkan atau mengganti hal-hal yang tidak benar adalah kaum ortodok.

Sebagai kelompok heterodok, kaum salafi-Wahhabi di Indonesia memerlukan ruang untuk mengekspresikan dan mempertahankan doktrin mereka yang dianggap “menyimpang” dari mainstream Islam di Indonesia dan “internet space” adalah pilihan yang tepat. Ketika mereka tidak bisa atau terancam oleh ketatnya ortodoksi dalam “concrete space,” maka ruang internet menyediakan mereka kebebasan untuk berdakwah karena di dalam ruang ini mereka adalah atau kita adalah pemegang kendali diskursus yang kita kehendaki. Berbeda dengan model interaksi “dari muka ke muka,” interaksi di ruang internet bisa dilakukan secara arbitrer, doktriner dan sekaligus otoriter. 


Dalam konteks Indonesia, Salafi-Wahhabi memerlukan ruang yang demikian ini untuk bergerak karena pada dasarnya mereka adalah “kaum ortodoksi” juga di negara asalnya, namun karena ortodoksi mereka tidak mendapatkan legitimasi maka mereka menjadi heterodok. Di ruang maya ada proses dialog dan interaksi, tapi pemegang domain secara unilateral bisa menghentikan atau mentiadakan proses dialog atau forum. Ruang maya juga merupakan hal yang paling strategis untuk berkampanye pada audien yang tidak memerlukan penelahaan panjang (tidak kritik). Namun patut diakui bahwa daya juang kaum salafi-Wahhabi di ruang maya luar sangat efektif. Saya tidak menjumpau kelompok-kelompok heterodok lain yang seperti salafi-Wahhabi ini yang sedemikian efektif dan strategis dalam menggunakan “internet space.” Katakanlah kelompok Ahmadiyah dan Syiah Indonesia, mereka tidak punya “cyberspace fighters” sebagaimana yang dipunyai oleh kaum salafi-Wahhabi. Internet space sekarang menjadi semacam masjid virtual pusat pembelajaran alternatif.

Dalam kondisi yang terdesak di ruang konkrit, web-space menyediakan sifat immediacy, kecepatan untuk memanfaatkan media online ini dalam merespon peristiwa, kejadian, atau hal-hal genting lainnya, dalam waktu yang hampir bersamaan. Surat kabar, hasil riset, majalah dan sumber-sumber informasi offline lainnya tidak memiliki ini. Kita teringat ketika kaum salafi-Wahhabi mendapatkan tuduhan sebagai pelaku pengeboman beberapa tempat penting di Eropa, dengan cyberspace mereka bisa bereaksi secara cepat baik reaksi dan meluas itu untuk melakukan pembenaran maupun pengingkaran akan keterlibatan dirinya. Meskipun para ahli cyberspace crime bisa menemukan “concrete space” yang dijadikan sebagai tempat dimana mereka mengeluarkan pernyataan tersebut, tetapi hal ini memerlukan waktu yang lumayan agak panjang dan cara yang agak rumit.

Dalam satu dekade terakhir, setelah beberapa peristiwa pengeboman di beberapa tempat penting di Indonesia dimana kaum salafi-Wahhabi adalah pihak yang banyak dituduh, dicurigai dan ada juga yang sudah terbutki secara hukum, mereka menyadari akan marginalisasi kelompok mereka di ruang konkrit. Tidak hanya menyadari hal ini, namun mereka berusaha untuk mencari ruang baru (alternative site). Ruang baru ini tidak hanya menyediakan kenyamanan bagi mereka, namun juga mempermudah transnasionalisasi ide dan gagasan mengingat frontier di dalam virtual space sangat cair dan bahkan bisa dikatakan borderless(tanpa batas). Di dunia nyata, transnasionalisasi membutuhkan ongkos yang tidak murah. Memindahkan dan mengirimkan orang, buku, dan juga hal-hal sarana lainnya dari satu negara ke negara lain tidak bisa dilakukan tanpa dukungan uang yang banyak. Lihat berapa uang yang dihabiskan oleh pemerintah Saudi dalam menyebarkan Islam-versi mereka ke negara-negara lain dalam kurun 30 tahun terakhir ini. Namun dalam dunia maya, mobilitas dan migrasi ide dan gagasan tidak memerlukan kehadiran seseorang, rujukan yang tersentuh, dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana dengan otoritas agama? Dunia maya tidak kurang canggih dalam mengakomodasi dan mempertahankan otoritas agama. Apabila di dunia offline, otoritas agama bisa runtuh gara-gara penampilan seorang pemegang otoritas yang kacau, di dunia maya, otoritas agama tidak hanya disediakan ruang untuk menyampaikan, tapi juga ruang untuk memperindah dan bila perlu memanipulasi kekurangan-kekurangan yang terjadi di ruang offline. Inilah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh ruang maya dan salafi Wahhabi Indonesia membaca ini sebagai hal yang berguna bagi perjuangan mereka.

*) Penulis adalah Rais Syuriah PCI-NU Jerman, saat ini menetap di Berlin.

http://www.sarkub.com

INILAH 10 WEBSITE AHLUSSUNNAH WALJAMAAH

INILAH 10 WEBSITE AHLUSSUNNAH WALJAMAAH

TOP 10 WEB ISLAM ASWAJA1. NU Online
Sulit untuk tidak menempatkan NU Online pada urutan pertama. Sebab NU Online menjadi satu-satunya media Aswaja yang memiliki jaringan luas, update setiap hari, banyak dikunjungi dan banyak dikutip oleh media Aswaja lainnya. Maka sewajarnya NU Online menempati urutan pertama sebagai situs Islam Aswaja Pilihan.

2. PISS-KTB 
Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah (PISS) – Kenapa Takut Bid’ah (KTB) menempati urutan kedua. Meskipun situs ini hanya berisi konten tanya jawab keislaman, hasil diskusi keislamana dan artikel islami, tanpa berkecipung didunia pemberitaan. Namun, situs ini tidak pernah sepi dari pengunjung dan menjadi rujukan umat Islam dalam bidang kajian kitab. Terbukti denga banyaknya pengunjung website ini. 

3. Muslimedia News / MMN 
Situs media Islam yang berkecipung didunia pemberitaan, dakwah online dan kajian Islam, sebagaimana tertera didalam profile webnya menempati urutan ketiga. Meskipun hadir didunia maya belum seumur jagung, namun kiprahnya benar-benar menjadi sorotan dikalangan Aswaja sendiri maupun di luar Aswaja.

4. Thariqah Sarkubiyah 
Kiprahnya tidak perlu diragukan lagi. Sejak kehadirannya menggetarkan kalangan non-Aswaja, dikenal tidak hanya di Indonesia namun juga diluar negeri, seperti Hongkong, Mesir, Saudi dan lainnya. Jaringan Sarkub yang luas memudahkan aksi intelijen yang mereka lakukan.

5. Suara Muslim 
Hadir dengan motto “Berita Dunia Islam Unggulan” nampaknya sejalan dengan konten berita yang disajikan, penuh kontroversial dan menjadi sorotan kalangan non-Aswaja. Meskipun tidak terkategori sebagai situs lama, namun pengunjungnya meningkat pesat bahkan rangking alexa-nya sangat lumayan.

6. Islam Institute 
Website berhaluan Sunni yang satu ini tidak jarang mendapat tuduhan miring dari kalangan non-Aswaja karena kiprahnya yang konsen melawan arus radikalisme dan paham Wahhabi. Sesuai dengan namanya “Islam Institute”, kontennya pun sangat mendidik yang disajikan secara lugas.

7. Moslem Info
Portal berita Islam dan Info Kajian, media yang satu ini benar-benar membuat ketar-ketir kelompok radikal, khsusnya ketika menyajikan pemberitaan seputar Timur Tengah. Kontennya yang sangat berkualitas membuat website ini menjadi rujukan bagi umat Islam.
Web yang di dirikan oleh mahasiswa Al Azhar ini sempat mendapat fitnah dari kelompok yang pro-Ikhwanul Muslimin di Indonesia.

8. Web Pribadi Muhammad Idrus Ramli 
Bagaimanapun situs ini masih menempati satu-satunya situs online pribadi ustadz Aswaja yang konsen melawan kelompok Wahhabi sehingga menjadi rujukan ummat Islam, meskipun banyak blog-blog ustadz Aswaja seperti 
http://www.anwarbadruzzaman.com/, 
http://ibnu-alkatibiy.blogspot.com, 
http://hujjahnu.blogspot.com/, dan lain sebagainya.

9. Warkop Mbah Lalar 
Terasa ada yang kurang jika mengabaikan website Warkop Mbah Lalar dalam tulisan ini. Hal itu karena kiprahnya di galantika internet sangat diperhitungkan, meskipun disajikan dengan nuansa yang santai.

10. Search Engine Islam Aswaja 
Mesin pencarian khusus Islam Aswaja ini menampati urutan ke-10, sebab bagaimanapun search engine tetap menjadi acuran untuk pencarian bagi semua Aswaja.

UCAPAN KH. SAID AQIL DIPELINTIR OLEH ARRAHMAH DAN VOA-ISLAM





Seperti biasanya, penggembosan terhadap tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dilakukan oleh media-media radikal untuk melancarkan serangannya. Tokoh yang sering digembosi lalu diblow up media mereka adalah KH. Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU. Tujuannya tentu untuk melemahkan ormas terbesar di Indonesia tersebut karena ormas NU gencar menghadang faham radikal beragama yang diusung oleh media-medianya seperti Arrahmah.Com, Voa-Islam.Com, Nahimunkar.com, dan lain-lain.

Minggu, 12 Mei 2013 situs media islam online Arrahmah.Com menurunkan judul berita yang sangat tendensius, provokatif dan tidak sesuai dengan kenyataan: Ketua PBNU Said Aqil Siradj: Cikal bakal teroris itu rajin shalat malam, puasa dan hafal Qur'an. Di lain pihak media saudara kandungnya, Voa-Islam.Com menulis judul yang tak jauh beda: "PBNU: Cikal Bakal Teroris itu Rajin Shalat Malam, Puasa & Hafal Quran". Beberapa saat kemudian tulisan artikel tersebut di copy oleh beberapa media islam yang lain, terutama oleh media-media yang membenci terhadap Nahdlatul Ulama seperti Nahimunkar.Com dan lain-lain.

Apa yang orang fikirkan ketika membaca judul tersebut? tentu saja orang (orang awam -red.) akan menyimpulkan bahwa KH. Said Aqil Siradj itu terlalu tendensius terhadap islam, tidak menghargai agama Islam, tidak menghargai orang yang rajin shalat malam, puasa, dan hafal al-qur'an. Bahkan ada yang menyebutnya, "Apakah Said Aqil ini tidak pernah shalat malam, tidak pernah puasa, tidak hafal Al-Qur'an?". Tentu saja ini misi penyesatan terhadap umat yang dilakukan oleh media yang sangat hasud terhadap Nahdlatul Ulama, terutama ketua umumnya KH. Said Aqil Siradj.

Apa yang sebenarnya terjadi? 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj, M.A., mengungkapkan bahwa cikal bakal pemahaman radikalisme dan terorisme sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabat. Ia pun menceritakan sosok Dzulkhuwaisir, yang begitu sombong menyuruh Rasulullah berbuat adil.

“Nanti dari umatku akan muncul seperti orang ini, hafal Qur’an, dalilnya Qur’an tapi tidak melewati tenggorokannya. Artinya tidak paham secara substansif. Mereka itu sejelek-jelek manusia bahkan lebih jelek daripada binatang. Saya tidak termasuk mereka, mereka tidak termasuk kami,” kata Said Aqil Siradj saat menjadi narasumber Dialog Ormas-ormas Islam dalam Mempertahankan NKRI, di Sahid Hotel, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/5/2013).

Coba kita perhatian baik-baik pernyataan Ketua PBNU Said Aqil Siradj:

“Nanti dari umatku akan muncul seperti orang ini, hafal Qur’an, dalilnya Qur’an tapi tidak melewati tenggorokannya. Artinya tidak paham secara substansif. Mereka itu sejelek-jelek manusia bahkan lebih jelek daripada binatang. Saya tidak termasuk mereka, mereka tidak termasuk kami…. Prediksi Rasulullah ini terbukti tahun 40 H, Sayyidina Ali keluar dari rumahnya mengimami shalat Shubuh dibunuh, bukan oleh orang Kristen, bukan oleh orang Katholik, bukan oleh orang Hindu, bukan oleh orang nonmuslim. Yang membunuh Abdurrahman bin Muljam, qaimul lail, shaimun nahar, hafizhul Qur’an. Yang membunuh Sayyidina Ali ini tiap hari puasa, tiap malam Tahajjud, dan hafal Qur’an.”

Apa yang dikatakan Ketua PBNU Said Aqil Siradj itu tidak tendensius bagi kaum muslimin. Bahwa sering mendirikan shalat malam, berpuasa di siang hari, dan hafal Al-Qur’an, adalah di antara gambaran seorang muslim yang taat, itu memang benar.


Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj, M.A
Namun, tidak demikian dengan Khawarij. Mereka juga sering mendirikan shalat malam, berpuasa di siang hari, dan hafal Al-Qur’an, tapi tidak memahami ajaran Al-Qur’an secara substansif. Sebagaimana dikatakan Ketua PBNU Said Aqil Siradj, mengutip sabda Nabi Muhammad SAW:

“Nanti dari umatku akan muncul seperti orang ini, hafal Qur’an, dalilnya Qur’an tapi tidak melewati tenggorokannya (tidak memahami ajaran Al-Qur’an secara substansif).” Akibatnya, ya itu tadi, bahkan Sayyidina Ali, yang nota bene seorang khalifah Islam, pun dibunuh oleh Khawarij.

Apa yg dikatakan KH. Said Aqil Siradj sebagaimana dijelaskan di dalam Kitab Majma’ Az-Zawaid wa Manba’ Al-Fawaid karya Al-Hafizh Nuruddin Ali bin Abu Bakar bin Sulaiman Al-Haitsami Al-Mishri pentahqiq Muhammad Abdul Qadir Ahmad ‘Atho penerbit Darr Al-Kutub Al-Ilmiah Beirut Libanon cetakan pertama 2001/1422 H juz 6 hal. 241-242 sbb:

10400 – وعن أبي سعيد الخدري أن أبا بكر الصديق جاء إلى النبي صلى الله عليه و سلم فقال : يا رسول الله إني بواد كذا وكذا فإذا رجل متخشع حسن الهيئة يصلي . فقال له النبي صلى الله عليه و سلم : ” اذهب فاقتله ” . ص . 336

قال : فذهب إليه أبو بكر فلما رآه على تلك الحال كره أن يقتله فرجع إلى رسول الله صلى الله عليه و سلم فقال النبي صلى الله عليه و سلم لعمر : ” اذهب فاقتله ” . فذهب عمر فرآه على الحال الذي رآه أبو بكر فرجع فقال : يا رسول الله إني رأيته يصلي متخشعا فكرهت أن أقتله . قال : ” يا علي اذهب فاقتله ” . فذهب علي فلم يره فرجع علي فقال : يا رسول الله إني لم أره . قال : فقال النبي صلى الله عليه و سلم : ” إن هذا وأصحابه يقرؤون القرآن لا يجاوز تراقيهم يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية ثم لا يعودون فيه حتى يعود السهم في فوقه فاقتلوهم هم شر البرية ” رواه أحمد ورجاله ثقات

10400- Dari Abu Said Al-Khudzri, sesungguhnya Abu Bakar As-Siddiq datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Ya Rasulullah, sesungguhnya aku dilembah itu dan itu, maka seketika ada seorang lelaki sedang dalam keadaan khusyu’ shalat.’ Maka bersabdalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepadanya, “Pergilah dan bunuhlah dia.”

Berkata (Abu Sa’id Al-Khudzri), maka pergilah Abu Bakar dan ketika dia melihnya dalam keadaan itu (sedang shalat) maka Abu Bakar enggan membunuhnya dan kembali kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka bersabdalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Umar bin Khathab, “Pergilah dan bunuhlah dia.”

Maka pergilah Umar bin Khathab, ketika dia melihnya dalam keadaan seperti itu (sedang shalat) sebagaimana yang dilihatnya oleh Abu Bakar maka dia kembali dan berkata, ‘Ya Rasulullah, aku melihatnya dia sedang khusyu’ shalat, maka aku enggan membunuhnya.’ Nabi bersabda, “Hai Ali, pergi dan bunuhlah dia.”

Maka pergilah Ali dan tidak melihatnya kemudian Ali pulang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah aku tidak melihatnya.’ Berkata (Abu Sa’id Al-Khudzri) maka Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ini (orang) dan teman-temannya mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya kemudian mereka tidak akan kembali didalamnya sehingga anak busur bisa kembali ketempatnya, maka BUNUHLAH (PERANGILAH) MEREKA, mereka adalah SEJELEK-JELEK CIPTAAN (manusia).” (HR. Ahmad dan rijalnya kuat) [Majma’ Az-Zawaid juz 6 hal. 241]

 10401– وعن أنس بن مالك قال : كان رجل على عهد رسول الله صلى الله عليه و سلم يغزو مع رسول الله صلى الله عليه و سلم فإذا رجع وحط عن راحلته عمد إلى مسجد الرسول فجعل يصلي فيه فيطيل الصلاة حتى جعل أصحاب رسول الله صلى الله عليه و سلم يرون أن له فضلا عليهم فمر يوما ورسول الله صلى الله عليه و سلم قاعد في أصحابه فقال له بعض أصحابه : يا رسول الله هو ذاك الرجل فإما أرسل إليه نبي الله صلى الله عليه و سلم وإما جاء من قبل نفسه فلما رآه رسول الله صلى الله عليه و سلم مقبلا قال : ” والذي نفسي بيده إن بين عينيه سفعة من الشيطان ” . فلما وقف على المجلس قال له رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” أقلت في نفسك حين وقفت على المجلس : ليس في القوم خير مني ؟ ” . قال : نعم ثم انصرف فأتى ناحية من المسجد فخط خطا برجله ثم صف كعبيه فقام يصلي فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” أيكم يقوم إلى هذا فيقتله ؟ ” . فقام أبو بكر فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” أقتلت الرجل ؟ ” . فقال : وجدته يصلي فهبته . ص . 337

فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” أيكم يقوم إلى هذا فيقتله ؟ ” . فقال عمر : أنا . وأخذ السيف فوجده يصلي فرجع . فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم لعمر : ” أقتلت الرجل ؟ ” . فقال : يا رسول الله وجدته يصلي فهبته . فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : أيكم يقوم إلى هذا فيقتله ؟ ” . قال علي : أنا قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” أنت له إن أدركته ” . فذهب علي فلم يجده قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” أقتلت الرجل ؟ ” . قال : لم أدر أين سلك من الأرض . فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” إن هذا أول قرن خرج في أمتي ” . قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” لو قتلته – أو قتله – ما اختلف في أمتي اثنان إن بني إسرائيل تفرقوا على إحدى وسبعين فرقة وإن هذه الأمة – يعني أمته – ستفترق على ثنتين وسبعين فرقة كلها في النار إلا فرقة واحدة ” . قلنا : يا نبي الله من تلك الفرقة ؟ قال : ” الجماعة
قال يزيد الرقاشي : فقلت لأنس : يا أبا حمزة فأين الجماعة ؟ قال : مع أمرائكم مع أمرائكم
رواه أبو يعلى . ويزيد الرقاشي ضعفه الجمهور وفيه توثيق لين وبقية رجاله رجال الصحيح
وقد صح قبله حديث أبي بكرة وأبي سعيد

10401- Dari Anas berkata : Ada seorang lelaki pada zaman Rasulullah berperang bersama Rasulullah dan apabila kembali (dari peperangan) segera turun dari kenderaannya dan berjalan menuju masjid nabi melakukan shalat dalam waktu yang lama sehingga kami semua terpesona dengan shalatnya sebab kami merasa shalatnya tersebut melebihi shalat kami, dan dalam riwayat lain disebutkan kami para sahabat merasa ta’ajub dengan ibadahnya dan kesungguhannya dalam ibadah, maka kami ceritakan dan sebutkan namanya kepada Rasulullah, tetapi rasulullah tidak mengetahuinya, dan kami sifatkan dengan sifat-sifatnya, Rasulullah juga tidak mengetahuinya, dan tatkala kami sednag menceritakannya lelaki itu muncul dan kami berkata kepada Rasulullah: Inilah orangnya ya Rasulullah.

Rasulullah bersabda : ”Sesungguhnya kamu menceritakan kepadaku seseorang yang diwajahnya ada tanduk syetan. Maka datanglah orang tadi berdiri di hadapan sahabat tanpa memberi salam. Kemudian Rasulullah bertanya kepada orang tersebut : ” Aku bertanya kepadamu, apakah engkau merasa bahwa tidak ada orang yang lebih baik daripadamu sewaktu engkau berada dalam suatu majlis. ” Orang itu menjawab: Benar”.

Kemudian dia segera masuk ke dalam masjid dan melakukan shalat dan dalam riwayat kemudian dia menuju tepi masjid melakukan shalat, maka berkata Rasulullah: ”Siapakah yang akan dapat membunuh orang tersebut ? ”. Abu Bakar segera berdiri menuju kepada orang tersebut, dan tak lama kembali. Rasul bertanya : Sudahkah engkau bunuh orang tersebut? Abu Bakar menjawab : ”Saya tidak dapat membunuhnya sebab dia sedang bersujud ”.

Rasul bertanya lagi : ”Siapakah yang akan membunuhnya lagi? ”. Umar bin Khattab berdiri menuju orang tersebut dan tak lama kembali lagi. Rasul berkata: ”Sudahkah engkau membunuhnya ? Umar menjawab: ”Bagaimana mungkin saya membunuhnya sedangkan dia sedang sujud”. Rasul berkata lagi ; Siapa yang dapat membunuhnya ?”. Ali segera berdiri menuju ke tempat orang tersebut, tetapi orang terebut sudah tidak ada ditempat shalatnya, dan dia kembali ke tempat nabi. Rasul bertanya: Sudahkah engkau membunuhnya ? Ali menjawab: ”Saya tidak menjumpainya di tempat shalat dan tidak tahu dimana dia berada. ”

Rasulullah saw melanjutkan: ”Sesungungguhnya ini adalah tanduk pertama yang keluar dari umatku, seandainya engkau membunuhnya, maka tidaklah umatku akan berpecah. Sesungguhnya Bani Israel berpecah menjadi 71 kelompok, dan umat ini akan terpecah menjadi 72 kelompok, seluruhnya di dalam neraka kecuali satu kelompok ”. Sahabat bertanya : ” Wahai nabi Allah, kelompk manakah yang satu itu? Rasulullah menjawab : ”Al Jama’ah”. (Majma’ Az-Zawaid juz 6 hal. 242).

Jadi, justru Ketua PBNU Said Aqil Siradj mengingatkan agar kita, kaum muslimin, memahami ajaran Al-Qur’an secara benar, sehingga tidak picik seperti Khawarij, yang akibat kepicikannya itu mereka main bunuh saja. Bahkan, seorang khalifah, yang nota bene pemimpin umat Islam, pun mereka bunuh karena kepicikan itu. Itulah yang seharusnya dimuat dan dipaparkan oleh media-media radikal yang hanya bisa memecah belah ummat islam seperti Arrahmah.Com, Voa-Islam.Com, dan Nahimunkar.Com!

Diolah dari berbagai sumber
Tim Sarkub (www.sarkub.com)

Berita/Info

Al-Mauidzah

Tauhid

Fiqh dan Usul Fiqh

Syiah

Salafi Wahabi

Subscribe to our Newsletter

*klik subscribe untuk berlangganan gratis via e-mail Feedburner

Contact our Support

Email us: sunnisalafiyah@gmail.com

Our Team Members